Tim (Pemain) Terbaik Di Piala Dunia 2014

Selalu ada pemain yang bersinar paling terang di balik kesuksesan masing-masing tim di sebuah turnamen. Begitu juga halnya dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2014 di Brazil akli ini, yang tak urung diisi dengan performa jenius sejumlah pemain di lapangan hijau.
Menggunakan skema 4-2-3-1, salah satu tabloid olahraga kenamaan Indonesia, Bola, mencoba mengajukan 11 pemain top yang tampil di Brazil 2014. Perdebatan masih dimungkinkan terjadi karena ada dua atau lebih nama pemain yang layang dimasukkan dalam tim terbaik untuk beberapa posisi. Berikut adalah 11 pemain terbaik versi tabloid Bola :
- Kiper : Manuel Neuer (Jerman)
Manuel Neuer
Neuer (Jerman)
Menentukan susunan tim terbaik di Piala Dunia 2014 dimulai dengan yang paling sulit, yakni memilih kiper dengan performa paling ciamik sepanjang turnamen berlangsung. Cukup banyak penjaga gawang yang bersinar terang di Brazil 2014.
Kiper Amerika Serikat, Tim Howard, tentunya menjadi salah satu kandidat berkat 16 penyelamatan di perdelapan final kontra Belgia. Mantan shoot-stopper klub Manchaster United itu juga tercatat melakukan satu penyelamatan setiap 14 menit sepanjang turnamen, lebih banyak dibandingkan kiper lain.
Selain Howard, peran Guilermo Ochoa tentu tak bisa diabaikan begitu saja bersama Meksiko, terlebih jika melihat penampilannya ketika melawan tuan rumah, Brazil, di fase penyisihan grup. Begitu juga dengan Keylor Navas, yang menjadi nafas kesuksesan dalam perjalanan bersejarah Kosta Rika. Nama David Ospina di bawah mistar Kolombia juga tidak bisa dilupakan begitu saja.
Akan tetapi, Manuel Neuer rasanya tetap berada di level yang berbeda. Kiper timnas Jerman ini jarang terlihat melakukan penyelamatan-penyelamatan akrobatik. Bukan karena dia tidak mampu, melainkan karena antisipasi, penempatan posisi, serta visi permainan membuatnya tak perlu melakukan hal tersebut.

- Bek Kanan : Philipp Lahm (Jerman)
Philipp Lahm
Lahm (Jerman)
Philipp Lahm adalah salah satu bek kanan terbaik, jika memang tak bisa dibilang bahwa dialah yang terbaik, untuuk saat ini. Saat menjadi pandit di BBC, Rio Ferdinand menyebut Lahm sebagai "bek kanan Sempurna".
"Lahm adalah bek kanan terbaik di dunia. Penampilannya konsisten. Kemampuannya menguasai bola sungguh luar biasa. Dia tak pernah membiarkan lawan merebut bola darinya. Tingkat operan suksesnya senantiasa berada di atas 90 persen dan Lahm selalu merupakan salah satu pemain yang paling banyak melepaskan operan dalam tim," ujar Ferdinand.
Para era sepak bola modern, di mana bek sayap dituntut untuk banyak naik membantu serangan, Lahm memang melengkapinya dengan kemampuan bertahan prima. Di Brazil 2014, kapten Der Panzer ini melakukan 458 operan sukses, 13 tekel, dan 35 kali mengembalikan bole kepenguasaan tim.
Aksi ciamik pemain berusia 30 tahun ini tak lepasa dari pengamatan tim ahli FIFA. Lahm masuk sebagai salah satu dari 10 kandidat peraih Bola Emas alias gelar bagi pemain terbaik Piala Dunia.

- Bek Tengah : Mats Hummels (Jerman)
Mats Hummels
Hummels (Jerman)
Melihat kemampuannya menjadi batu karang tangguh di jantung pertahan Jerman mungkin hanya sedikit yang percaya bahwa Mats Hummels belum menjadi pilihan utama pelatih Joachim Loew hingga sebelum putaran final Piala Dunia 2014 dimulai. Ketangguhan pemain berusia 25 tahun inilah yang membuat Der Panzer lolos ke final dengan hanya kebobolah empat kali dalam enam pertandingan.
Hummels punya segalanya. Ia pintar membaca arah bola, cekatan melakukan tekel, jago dalam duel bola atas, punya kecepatan, dan bisa menjadi solusi gol dalam situasi bola mati.
Selain gol ke gawang Portugal di fase grup, adalah sundulan Humells yang membuat Jerman unggul 1-0 ketika menghadapi Prancis di perempat final. Hummels layak mendapatkan satu tempat dalam susunan tim terbaik Piala Dunia 2014.

- Bek Tengah : Stefan de Vrij (Belanda)
 Stefan de Vrij
De Vrij (Belanda)
Lini pertahanan sempat menjadi alasan bagi sejumlah pihak untuk meragukan Belanda dibawah asuhan Louis van Gaal. Namun, keraguan itu terbukti cuma pepesan kosong dan berganti kekaguman.
Salah satu pemain belakang Oranje yang paling memukau tak lain dan tak bukan adalah Stefan de Vrij. DIalah jantung sesungguhnya dari skema tiga bek racikan Van Gaal. Adalah De Vrij yang memungkinkan Belanda menyelesaikan Piala Dunia 2014 dengan meraih empat kali clean sheet.
De Vrij pintar memotong bola operan lawan. Di Brazil 2014, pemain klub Feyenoord berusia 22 tahun ini tercatat melakukan 20 kali intersep (terbanyak di antara seluruh bek di turnamen) dan 22 tekel.

- Bek Kiri : Daley Blind (Belanda)
Daley Blind
Blind (Belanda)
Daley Blind tak sudi berlama-lama memperlihatkan statusnya sebagai salah satu bek kiri terbaik di Piala Dunia 2014. Operannya ke Robin van Persie dan Arjen Robben saat di laga pembuka grup melawan Spanyol (kedua operan itu berujung gol) membuat Blind langsung kebanjiran peminat.
Di timnas Belanda, Blind memang bisa dibilang lebih berperan sebagai wing-back. Namun, faktanya bahwa tak banyak full-back kiri yang mempesona di Piala Dunia 2014 kali ini membuat Blind layak menempati posisi tersebut.
Kendati kecepatannya tak terlalu menggagumkan, Blind tetap mampu meredam pergerakan lawan di wilayahnya secara baik seperti saat membuat Maicon tak berdaya di perebutan tempat ketiga. Saat menguasai bola, Blind juga sangat tenang dan tak terprovokasi keberadaan lawan.
Keunggulan terakhir ini diperlihatnnya di laga pamungkas kontra tuan rumah Brazil. Pergerakannya tak terdeteksi pemain belakang lawan dan mampu menceploskan si kulit bundar dengan tenang begitu mendapatkan kesempatan.

- Gelandang Bertahan : Javier Mascherano (Argentina)
Javier Mascherano
Mascherano (Argentian)
Ada anggapan yang menyebut bahwa gelandang bertahan yang baik adalah justru yang perannya seperti tak terlihat dalam tim. Hal itulah yang diperlihatkan oleh Javier Mascherano di lini tengah Argentina pada Piala Dunia 2014 ini.
Dengan seluruh kekuatan ofensif yang dimiliki oleh Tim Tango, keberadaan gelandang milik Barcelona ini lah yang membuat Argentina seimbang. Bisa dibilang, Mascherano adalah pemain terpenting di dalam tim asuhan Alejandro Sabella selain sang mega bintang Lionel Messi.
Penguasaan bolanya luar biasa. Selain itu, Mascherano juga slelau membaut segalanya di lapangan lebih sederhana sembari menanti kembali kesempatan untuk melepaskan umpan panjang ke daerah lawan.
Penampilan terbaik Mascherano terjadi di semifinal ketika melawan Belanda. Ia melakukan sejumlah tekel krusial, termasuk halauan di saat terakhir untuk menghadang tendangan Arjen Robben.

- Gelandang Bertahan : Toni Kroos (Jerman)
Toni Kroos
Kroos (Jerman)
Jerman punya tiga gelandang yang sama-sama layak menjadi pendamping Javier Mascherano sebagai duet gelandang bertahan dalam tim terbaik Piala Dunia 2014. Di antara mereka, peran Toni Kroos terbilang sangat vital kendati justru dialah yang paling sepi dari pujian.
Permainan efisien Kroos membuat pelatih Joachim Loew memberinya peran sebagai sentral permainan. Inilah alasannya hingga Kroos bisa melakukan 606 sentuhan bola, tertinggi di Piala Dunia 2014, termasuk 135 sentuhan ketika melawan Aljazair.
Akurasi umpannya juga paten. Selain mepeas 295 operan sukses di wilayah lawan (tertinggi di Piala Dunia 2014), gelandang klub Bayern Muenchen tersebut membuat tiga assist. Kroos melengkapi performa hebatnya dengan dua gol saat menghancurkan Brazil di babak semi-final.

- Gelandang Serang Kanan : Arjen Robben (Belanda)
Arjen Robben
Robben (Belanda)
Arjen Robben bisa dibilang sebagai salah satu pemain paling berbahaya di Piala Dunia 2014 kali ini. Pemain berusia 30 tahun ini selalu membau lawan was-was begitu bola berada di kakinya.
Kecepatannya sangat mengagumkan seperti ketika yang diperlihatkannya ketika memenangi sprint dari tengah lapangan melawan Sergio Ramos sebelum membobol gawang Spanyol. FIFA mencatan kecepatannya larinya kala itu mencapai 37 km/jam.
Jarang ada pemain yang bisa merebut bola dari kaki Robben. Total dia mengemas tiga gol sepanjang turnamen.
"Saya rasa, Robben adalah pemain terbaik di Piala Dunia kali ini," kata pelatih timnas Brazil, Luiz Felipe Scolari, sebelum kedua tim berhadapan di perebutan tempat ketiga.

- Gelandang Serang Tengah : Lionel Messi (Argentina)
Lionel Messi
Messi (Argentina)
Lionel Messi hampir seperti sendirian mengangkat Tim Tanggo ke partai puncak Piala Dunia 2014. Ia membuat semua kritik, yang sebelumnya menyatakan bahwa bintak klub Barcelona ini tak pernah bersinar di timnas, menjadi bak bualan kosong.
Messi mencetak empat gol dalam enam partai di Brazil 2014. Ia mendribel bola, melewati toga pemain sebelum mencetak gol kontra Bosnia Herzegovina, menciptakan gol indah di menit terakhir kontra Iran, serta dua lagi saat melawan Nigeria.
Di ketiga laga tersebut, plus pertandingan melawan Swiss, Messi selalu terpilih sebagai man of the match. Tanpa Messi, tim besutan Alejandro Sabella mungkin harus pulang jauh sebelum laga puncak digelar.

- Gelandang Serang Kiri : James Rodriguez (Kolombia)
James Rodriguez
Rodriguez (Kolombia)
Tak ada pemain di Piala Dunia 2014 yang sinarnya lebih terang dibandingkan James Rodriguez. Digeser sebagai gelandang serang dibelakang duet bomber Komlombia akibat absennya Radamel Falcao, pemain berusia 23 tahun ini malah mencatatkan dirinya sebagai top scorer turnamen dengan enam gol.
Rodriguez mencetak enam gol dari hanya sembilan tembakan yang dilepaskannya sepanjang turnamen. Gol tendangan volinya di perdelapan final kontra Uruguay menjadi kandidat gol terbaik di Piala Dunia 2014. Selain itu, ia juga membuat dua assist bagi rekan-rekannya.
Rodriguez tak pelak langsung laris-manis diburu klub top Eropa. Raksasa Spanyol, Real Madrid, disebut sebagai kandidat terkuat pelabuh terbarunya setelah AS Monaco.

- Penyerang : Thomas Mueller (Jerman)
Thomas Mueller
Mueller (Jerman)
Thomas Mueller kembali menggila seperti yang diperlihatkannya di pergelaran Piala Dunia 2010 yang berlangsung di Afrika Selatan. Di Brazil 2014, pemain Bayern Muenchen ini melesatkan lima gol, termasuk hattrick saat menghancurkan Portugal 4-0 di fase penyisihan grup.
Koleksi gol Mueller semakin mengesankan karena ia sebenarnya bukanlah penyerang bernomor 9 klasik. Ia bergerak liar disisi lapangan sebelum menusuk ke jantung pertahanan bak hiu mencium bau darah setiap kali ada kesempatan.
Mueller sudah mencetak 10 gol dan enam assist hanya dalam selusin laga di pentas Piala Dunia. Ia juga menjadi pemain ketiga setelah Teofilo Cubillas (Kolombia) dan Miroslav Klose (Jerman) yang mampu mencetak minimal lima gol di dua penyelenggaraan Piala Dunia Berbeda.

Cara Menjaga Penguasaan Bola

jack wilshere arsenal
Ada pepatah tentang dunia sepak bola yang mengatakan bahwa "semakin lama anda menguasai bola, maka semakin kecil peluang tim Anda untuk dikalahkan." Benar sekali, ini adalah salah satu filosofi yang melekat di sistem permainan Barcelona. Tapi, untuk artikel kali ini saya tidak membahas yang berhubungan dengan Barcelona tetapi dengan tim lainnya yang memainkan tipe permainan serupa yakni, Arsenal.
Di artikel kali ini, saya akan membagikan tips dari Jack Wilshare, gelandang serang Arsenal, mengenai cara menjaga penguasaan bola. Kenapa saya memilih tips dari pemain Arsenal ? alasan utama saya tentu karena Arsenal adalah salah satu dari sedikit tim di English Premier League yang mampu memainkan permainan bola-bola pendek secara konsisten.
Tanpa banyak bicara lagi, berikut adalah tips cara menjaga penguasaan bola dari Jack Wilshare (Arsenal).

Berpikir sebelum bertindak
"Sangat penting untuk selalu mencoba dan bermain menyerang, karena disanalah tujuan agar bisa tercipta sebuah gol. Tapi, jika kalian tidak bisa menyerang kedepan, bermainlah melebar. Menjaga penguasaan bola adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Untuk melakukan hal ini, kamu harus bisa menggambarkan dipikiran kamu sendiri apa yang harus kamu lakukan dengan bola sebelum bola itu datang kepada kamu. Cara terbaik untuk mengasah keterampilan ini adalah dengan cara bermain satu-dua sentuhan (5 vs 2) dengan jarak yang rapat. Berlatih dengan  situasi seperti ini akan membantu perkembangan skill di pertandingan sesungguhnya."

Selalu bergerak
"Selalu bergerak dan lihat dimana pemain yang menjaga kamu berada. Buat pemain yang menjaga kamu kewalahan dengan bergerak ke daerah yang tidak bisa mereka ikuti. Ini adalah kunci untuk mendapatkan ruang kosong sehingga kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan bola dan melakukan passing atau membawa sendiri bola tersebut. Setelah melakukan passing, jangan berdiam diri."

Sempurnakan sentuhan pertama
"Cara terpenting untuk menjaga penguasaan bola adalah dengan kemampuan sentuhan pertama yang dimiliki, jika sangat baik, kamu bisa melakukan apapun dengan bola."

Lindungi bola
"Kamu harus waspada terhadap pemain lawan disekeliling kamu, dan gunakan kekuatan otot kaki dan lengan untuk menghindar dari sergapan lawan."

Liverpool Vs Mancester United Inside

Untuk pertama kalinya setelah 26 tahun, Stadion Anfield milik Liverpool akan kedatangan MU tanpa Sir Alex Ferguson. Untuk pertama kali pula manajer David Moyes berada di Anfield bukan untuk urusan "derby Marseyside". Pada Minggu (1/09), Moyes memang tidak lagi berwarna biru Everton, klub sekota yang pertemuannya dengan Liverpool yang bertajuk derby Marseyside. Moyes kini berwarna  merah United dan akan terlibat dalam laga paling tersohor di sepak bola Inggris alias "the most famous fixture in English football" antara Liverpool melawan Manchester United.

Sekilas "Derby" : Liverpool v Man United

Apakah pertemuan antara Liverpool dan Manchester United dapat disebut sebagai derby ? Mengapa tidak ? Sekilas, kedua kota, Liverpool dan Manchester, berada di dua tempat yang "jauh". Liverpool di country Merseyside, sementara Manchester ada di country Greater Manchester.

Preview Liga Italia : Lazio v Udinese

Masih Ada Dendam Di Olimpico
Lazio dan Udinese menciptakan rivalitas tersendiri dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan berlanjut musim ini, dengan kemungkinan belum maksimal karena langsung tergelar pada pekan pembukaan. Persaingan kedua kubu memang jarang mengarah kepada gelar. Namun, titik fokus perseteruan tak jauh juga dari papan atas.

Preview Liga Italia | Sampdoria v Juventus

Juventus memulai kampanye mencatat gelar ketiga beruntun di Serie A dengan keharusan menghadapi momok terbaru mereka. Sampdiria bakal kembali menyiapkan Luigi Ferraris untuk mengganjal Si Nyonya Tua. Juve menegaskan ambisi mengakhiri musim dengan Scudetto lagi dengan peningkatan kekuatan. Fernando Llorente dan Carlos Tevez tampil sebagai rekrutan mentereng yang akhirnya dibuat La Vecchia Signora.