Cara Menjaga Penguasaan Bola

jack wilshere arsenal
Ada pepatah tentang dunia sepak bola yang mengatakan bahwa "semakin lama anda menguasai bola, maka semakin kecil peluang tim Anda untuk dikalahkan." Benar sekali, ini adalah salah satu filosofi yang melekat di sistem permainan Barcelona. Tapi, untuk artikel kali ini saya tidak membahas yang berhubungan dengan Barcelona tetapi dengan tim lainnya yang memainkan tipe permainan serupa yakni, Arsenal.
Di artikel kali ini, saya akan membagikan tips dari Jack Wilshare, gelandang serang Arsenal, mengenai cara menjaga penguasaan bola. Kenapa saya memilih tips dari pemain Arsenal ? alasan utama saya tentu karena Arsenal adalah salah satu dari sedikit tim di English Premier League yang mampu memainkan permainan bola-bola pendek secara konsisten.
Tanpa banyak bicara lagi, berikut adalah tips cara menjaga penguasaan bola dari Jack Wilshare (Arsenal).

Berpikir sebelum bertindak
"Sangat penting untuk selalu mencoba dan bermain menyerang, karena disanalah tujuan agar bisa tercipta sebuah gol. Tapi, jika kalian tidak bisa menyerang kedepan, bermainlah melebar. Menjaga penguasaan bola adalah hal terpenting yang harus dilakukan. Untuk melakukan hal ini, kamu harus bisa menggambarkan dipikiran kamu sendiri apa yang harus kamu lakukan dengan bola sebelum bola itu datang kepada kamu. Cara terbaik untuk mengasah keterampilan ini adalah dengan cara bermain satu-dua sentuhan (5 vs 2) dengan jarak yang rapat. Berlatih dengan  situasi seperti ini akan membantu perkembangan skill di pertandingan sesungguhnya."

Selalu bergerak
"Selalu bergerak dan lihat dimana pemain yang menjaga kamu berada. Buat pemain yang menjaga kamu kewalahan dengan bergerak ke daerah yang tidak bisa mereka ikuti. Ini adalah kunci untuk mendapatkan ruang kosong sehingga kamu memiliki kesempatan untuk mendapatkan bola dan melakukan passing atau membawa sendiri bola tersebut. Setelah melakukan passing, jangan berdiam diri."

Sempurnakan sentuhan pertama
"Cara terpenting untuk menjaga penguasaan bola adalah dengan kemampuan sentuhan pertama yang dimiliki, jika sangat baik, kamu bisa melakukan apapun dengan bola."

Lindungi bola
"Kamu harus waspada terhadap pemain lawan disekeliling kamu, dan gunakan kekuatan otot kaki dan lengan untuk menghindar dari sergapan lawan."

Liverpool Vs Mancester United Inside

Untuk pertama kalinya setelah 26 tahun, Stadion Anfield milik Liverpool akan kedatangan MU tanpa Sir Alex Ferguson. Untuk pertama kali pula manajer David Moyes berada di Anfield bukan untuk urusan "derby Marseyside". Pada Minggu (1/09), Moyes memang tidak lagi berwarna biru Everton, klub sekota yang pertemuannya dengan Liverpool yang bertajuk derby Marseyside. Moyes kini berwarna  merah United dan akan terlibat dalam laga paling tersohor di sepak bola Inggris alias "the most famous fixture in English football" antara Liverpool melawan Manchester United.

Sekilas "Derby" : Liverpool v Man United

Apakah pertemuan antara Liverpool dan Manchester United dapat disebut sebagai derby ? Mengapa tidak ? Sekilas, kedua kota, Liverpool dan Manchester, berada di dua tempat yang "jauh". Liverpool di country Merseyside, sementara Manchester ada di country Greater Manchester.

Preview Liga Italia : Lazio v Udinese

Masih Ada Dendam Di Olimpico
Lazio dan Udinese menciptakan rivalitas tersendiri dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan berlanjut musim ini, dengan kemungkinan belum maksimal karena langsung tergelar pada pekan pembukaan. Persaingan kedua kubu memang jarang mengarah kepada gelar. Namun, titik fokus perseteruan tak jauh juga dari papan atas.

Preview Liga Italia | Sampdoria v Juventus

Juventus memulai kampanye mencatat gelar ketiga beruntun di Serie A dengan keharusan menghadapi momok terbaru mereka. Sampdiria bakal kembali menyiapkan Luigi Ferraris untuk mengganjal Si Nyonya Tua. Juve menegaskan ambisi mengakhiri musim dengan Scudetto lagi dengan peningkatan kekuatan. Fernando Llorente dan Carlos Tevez tampil sebagai rekrutan mentereng yang akhirnya dibuat La Vecchia Signora.

Ulasan Derby Della-Capitale 09-04-2013

Aroma panas selalu tersaji dalam setiap Derby della Capitale. Sebelum laga tadi malam bahkan terjadi kericuhan besar-besaran di luar stadion. Enam orang ditikam dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Panas di luar, panas juga di dalam. Di lapangan tercipta 34 foul, 7 kartu kuning, plus 1 kartu merah.
AS Roma yang menjadi tuan rumah gagal memanfaatkan keuntungan melawan 10 pemain Lazio. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil ini sangat disayangkan karena biasanya kedua tim selalu saling mengalahkan. Terakhir kali kdua tim bermain imbang adalah di musim 2006/2007.
"Sayangnya kita membuang banyak peluang babak pertama. Tapi babak kedua berjalan lebih baik dan yang penting adalah bahwa kita tidak kalah," ucap sang kapten Fransesco Totti seusai pertandingan.
Lazio memang sempat unggul melalui Hernanes di menit 16, namun Totti menyamakan kedudukan di menit 59 melalui titik putih.