Showing posts with label #Offside. Show all posts
Showing posts with label #Offside. Show all posts

Monday, December 15, 2014

Mandzukic Lebih Baik Daripada Diego Costa

Mario Mandzukic Atletico Madrid Player
Sejak era Fernando Torres, Atletico Madrid selalu punya tradisi memiliki striker hebat yang kehadirannya silih berganti mengisi posisi ujung tombak klub ibu kota Spanyol tersebut. Kepergian Torres lantas mencuatkan nama striker Argentina, Sergio Aguero. Aguero hijrah ke Inggris untuk membela Manchester City, ada Diego Forlan yang menggantikannya. Forlan hengkang, lantas Atletico mendatangkan Radamel Falco sebagai gantinya. Falcao, striker asal Kolombia, pindah ke Prancis, jatah penyerang berdarah Brazil, Diego Costa, yang bersinar terang. Costa pindah ke Chelsea, lantas Mario Mandzukic didatangkan dari Bayern Muenchen.
Berlahan-lahan namun pasti, Mandzukic menunjukkan bahwa ia sanggup memilikul tradisi striker hebat di Atleti. Mantan penyerang Bayern Muenchen itu sudah mencobloskan bola kegawang lawan-lawan Atleti sebanyak 12 kali di seluruh ajang. Perincian dari 12 gol tersebut adalah enam gol di liga, lima gol dihasilkan di Liga Champion, dan gol tunggal di Piala Super Spanyol.
Satu lusin gol yang menjadi milik Mandzukic lebih banyak satu gol dibandingkan dengan yang diciptakan oleh mantan striker Atleti yang kini membela Chelsea, Diego Costa, yang baru meraih 11 gol bersama Chelsea pada waktu yang bersamaan. Perbandingan antara dua penyerang ini tentu tidak bisa dihindari lagi. Mandzukic tentu juga pahan akan kenyataan tersebut, begitu juga sang arsitek, Diego Simeone.
Mandzukic kini menjalani periode bagus. Ia membuat delapan gol dari sembilan pertandingan terakhirnya. Simeone menyebutkan hal itu bisa terjadi karena ada perubahan di tubuh Atletico. Simeone mengatakan mau tak mau ia harus mengubah cara main Atletico agar bisa sesuai dengan karakteristik Mandzukic.
Costa berbeda dengan Mandzukic. Costa begitu pas dengan gaya main Atletico pada musim lalu yang dominan dengan serangan balik. Sedangkan Mandzukic sendiri terbiasa bermain dengan gaya yang berbeda, dia lebih aktif di area kotak penalti. Di sisi lain, dua sektor sayap Atletico harus lebih hidup. Perubahan yang menghasilkan hasil maksimal tidak pernah didapat secara instan, sehingga perubahan dari cara bermain Atleti baru terlihat hasilnya belakangan ini..

Thursday, August 29, 2013

Sekilas "Derby" : Liverpool v Man United

Apakah pertemuan antara Liverpool dan Manchester United dapat disebut sebagai derby ? Mengapa tidak ? Sekilas, kedua kota, Liverpool dan Manchester, berada di dua tempat yang "jauh". Liverpool di country Merseyside, sementara Manchester ada di country Greater Manchester.
Namun sebenarnya, mereka berada di region yang sama, yaitu di barat laut Inggris. Karena itu, pertandingan antara Liverpool dan Manchester United sering disebut sebagai North West Derby atau derby Barat Laut Inggris. Meskipun, nama derby itu juga berlaku untuk klub-klub lain yang berada pada region tersebut. Demikian pula ketika Liverpool bertemu dengan klub Machester lainnya, Machester City.
Bahkan, sebelum 1972, kedua kota sama-sama menjadi bagian dari country bernama Lancashire. Setelah 1972,  karena perubahan perbatasan, country tersebut dipecah. Lancashire masih ada, namun berukuran lebih kecil. Di Inggris barat laut kini ada lima country, yaitu Cheshire, Cumbria, Greater Manchester, Lancashire, dan Merseyside.
Walau demikian, hingga saat ini, terutama mereka yang sudah masuk kategori senior citizen, penduduk Liverpool dan Manchester masih menyebut diri sebagai Lancastrian atau orang Lancashire.

Jadwal pertandingan Liverpool vs Manchester United di EPL 2013/14
Minggu, 1 September 2013
Liverpool v Manchester United
Anfield

Sabtu, 15 Maret 2014
Manchester v Liverpool
Old Trafford

Thursday, April 4, 2013

Pergantian Tag-Line Stadion Sepak Bola

Salam Sportif - Setelah cukup lama vakum dari dunia publikasi (sekitar 2 bulanan), Stadion Sepak Bola akan kembali meramaikan dunia informasi seputar sepak bola dengan situs-situs dan blog dengan tema sejenis lainnya. Kevakuman selama dua bulan terakhir terjadi bukan karena ketidakmampuan menyediakan berita kepada teman-teman semuaya, tapi lebih kepada faktor non teknis. 
Sebagai langkah awal untuk kembali dari peristirahatan, SSB melakukan sedikit perubahan pada TagLine yang dahulunya adalah "Non Mollare Mai, You'll Never Walk Alone" yang diambil dari dua slogan klub favoritnya saya (SS Lazio dan Liverpool FC). Makna dari tagline tersebut adalah
"Kami tidak akan pernah menyerah untuk menyediakan berita yang berbobot bagi pembaca, karena berita yang berbobot membuat kita selalu bersama (selalu dikunjungi)"
Tapi karena penggunaan bahasa yang mungkin sedikit asing terdengar ditelinga para pembaca, saya memutuskan untuk meng-Indonesia-kan tagline tersebut menjadi
"Memberikan Kualitas, bukan Kuantitas"
Perubahan tagline ini sekaligus menyatakan bahwa saya ingin menjadikan Blog Stadion Sepak Bola ini sebagai sarana informasi yang penting, bermanfaat, dan informatif dengan penggunaan tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebuah harapan yang besar tentunya, tapi sebuah kehidupan tanpa harapan bukanlah kehidupan yang indah. Karena sebuah harapanlah hidup itu menjadi lebih berwarna.

Sunday, November 11, 2012

Brazil Tanpa Si Nomor Sembilan

Pele, Romario, Bebeto, dan terakhir Ronaldo itulah sederet para penyerang legendari Brazil yang di kenal oleh dunia. Keberadaan mereka di lini serang tim nasional Samba seakan menggaransikan minimal satu tiket partai final di setiap kejuaraan yang mereka ikuti. Meski terkesan arogan, tapi demikian lah adanya. Para penyerang "nomor sembilan" tersebut membuat kekayaan skill olah bola yang di miliki oleh para pemain lainnya menjadi lengkap untuk meraih kejayaan di setiap kejuaraan yang di ikuti.
Mari kita melihat kebelakang sejenak, sejak terakhir kali meraih kesuksesan di Piala Dunia 2002, Brazil tidap pernah lagi menginjakkan kakinya di partai final kejuaraan antar negara tersbesar tersebut. Di lihat dari kualitas pemain yang mereka miliki dan yang terpilih kedalam skuad saat terjun di dua piala dunia setelahnya (2006 dan 2010) tentu tidak layak rasanya kenapa tim sebesar Brazil bisa tidak lolos bahkan untuk babak semi-final sekalipun. Banyak alasan dan faktor yang di berikan oleh para pengamat mengenai keganjilan tersebut, namun satu hal yang pasti dan sangat sedikit yang membahas penyebab kegagalan tersebut adalah karena Brazil saat ini tidak memiliki seorang penyerang murni dengan naluri gol yang tinggi. Pemain dengan tipe ini sering juga di sebut dengan si nomor sembilan.
Fakta berbicara demikian, sejak Ronaldo memutuskan pensiun dari timnas setelah kesuksesan di Piala Dunia 2002, Brazil tidak memiliki stok pemain yang setipe ataupun yang mendekati kemampuan Ronaldo dalam hal naluri mencetak gol dan insting di dalam kotak penalti. Memang setelah era Ronaldo berakhir, Brazil kebanjiran para striker hebat dengan skill olah bola yang bisa dikatakan di atas rata-rata. Tapi, mereka hanya hebat dalam urusan mengolah bola bukan dalam hal naluri menetak gol dan kelihaian melihat peluang di dalam kotak penalti. Singkat nya adalah para penyerang Brazil hanya bisa membuat peluang tanpa mampu mengkonversi peluang tersebut menjadi sebuah gol.
Ketidak mampuan mengkonversi peluang menjadi gol tersebut lebih karena para pemain yang menepati pos lini depan Brazil saat ini bukanlah seorang penyerang murni. Sebut saja Pato, Hulk, Robinho, atau bintang yang tengah bersinar Neymar. Ke empat pemain ini memang bermain di pos penyerang saat membela klub ataupun timnas tapi pada penerapan nya di lapangan, mereka lebih sering bergerak melebar karena dengan cara itulah mereka bisa lebih memaksimalkan keunggulan skill yang mereka miliki. Efek dari kebiasaan inilah yang pada akhirnya membuat Brazil kehilangan kesempatan untuk menciptakan gol karena tidak adanya pemain yang berada di kotak penalti lawan.
 
leandro damiao brazil
Damiao, Harapan Baru Brazil
Melihat fakta seperti ini, jadi sangat wajar jika pada kenyataannya tim Samba kesulitan untuk meraih kejayaan di setiap kejuaraan yang mereka miliki. Meskipun demikian, masih ada secercah harapan bagi para fans tim Samba untuk melihat negara pengeksport kopi terbesar di dunia ini kembali berjaya. Harapan itu kini terletak di pundak salah satu pemain tim junior Brazil yang tampil di Olimpiade beberapa waktu yang lalu, Leandro Damiao. Kesuksesan Damiao menjadi top scorrer di Olimpiade menjadi peringatan kepada dunia bahwa sekarang tim nasional Brazil telah bersiap menantikan hadirnya kesuksesan bersama Si Nomor Sembilan dalam tubuh Leandro Damiao

Monday, October 22, 2012

Prediksi Berbahaya Pele

Mendengar nama Pele semua pecinta sepak bola di seluruh dunia pasti mengenal betapa hebatnya sang pemain, Meski tidak pernah menyaksikan secara langsung permainannya, tapi rekok 1000+ gol yang ia cetak selama karir profesional serta dua gelar juara dunia yang di raihnya membuat semua orang tidak ada yang tidak mengenal siapa Pele.
football player - pele
Meski memiliki karir dan prestasi yang gemilang selama aktif di lapangan hijau, ternyata ada satu hal lainnya yang justru membuat Pele seakan tidak layak untuk melakukannya. Hal tersebut adalah masalah memprediksi suatu hal yang berhubungan dengan sepak bola. Setidaknya ada 10 prediksi yang telah di lakukan oleh Pele dan keseluruhan prediksnya tersebut melenceng jauh dari kenyataan yang ada.
Tidak percaya ? berikut adalah 10 prediksi yang di buat oleh Pele, yang di rangkum dari berbagai sumber.
  • Prediksi : Brazil tidak akan lolos dari penyisihan grup di Piala Dunia 2002.
    • Kenyataan : Brazil menjadi juara dengan mengalahkan Jerman 2- 0 di partai final
  • Prediksi : Bakal ada negara Afrika yang akan menjuarai Piala Dunia sebelum tahun 2000.
    • Kenyataan : Hingga pergelaran Piala Dunia 2010 yang lalu, peserta dari Benua Afrika kesulitan untuk sekadar sampai di babak semifinal.
  • Prediksi : Nick Barmby (eks pemain MU) akan menjadi bintang kelas dunia.
    • Kenyataan : Barmby hanya menjadi pemain biasa dan tidak pernah tampil di Piala Dunia.
  • Prediksi : Nii Lamptey dipuji akan menjadi The New Pele setelah memukau di Piala Dunia U-17 1991.
    • Kenyataan : Sinar Lamptey tak kunjung keluar, ia gagal di PSV, Aston Villa, Coventry, Venezia, dan Ankaragucu.
  • Prediksi : Ronaldo tak mungkin bermain sepak bola lagi akibat cedera saat membela AC Milan pada Februari 2009,
    • Kenyataan : Maret 2009, Ronaldo bermain untuk Corinthias dan mencetak 10 gol dalam 14 pertandingan pertamanya.
  • Prediksi : Dalam film yang berjudul "Escape to Victory", Pele ikut  bermain dan mengalami cedera parah sehingga tak mungkin bisa tampil melawan tim Nazi yang sudah unggul 4-0.
    • Kenyataan : Bahkan dalam film prediksi Pele dibuat salah. Ia kembali tampil dan membawa tim Sekutu menang.
  • Prediksi : Argentina dan Prancis akan tampil di final Piala Dunia 2002.
    • Kenyataan : Kedua negara terlempar di babak penyisihan grup, bahkan Prancis tidak mampu mencetak satu gol pun.
  • Prediksi : Kolombia akan menjuarai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
    • Kenyataan : Tersingkir di babak I sebagai penghuni urutan terakhir dan dihantam dengan tragedi meninggalnya bek Andres Escobar.
  • Prediksi : Spanyol difavoritkan jadi juara Piala Dunia 1998.
    • Kenyataan : Spanyol tidak lolos dari grup D kalah dari Nigeria dan imbang 0-0 ketika melawan Paraguay.
  • Prediksi : Cina akan lolos dari putaran grup Piala Dunia 2002.
    • Kenyataan : Cina terdampar di dasar kelasmen tanpa poin dan gol.
Melihat prediksi yang di buat oleh Pele di atas, sudah sewajarnya jika kelak si mutiara hitam membuat sebuah prediksi akan membuat was-was para penikmat sepak bola. Di lihat dari prediksi yang ia buat, Pele terlihat tidak melakukan perbandingan terhadap hal lainnya ketika membuat prediksi sehingga prediksi yang ia buat terlihat bombastis dan resiko kegagalan terwujudnya pun semakin besar. Tapi, itu lah Pele seorang pemain besar yang mencoba membuat sebuah perkiraan meski pada kenyataannnya sangat jauh berbeda.

Thursday, October 18, 2012

Pesepak Bola Dan Poker

Permainan kartu poker sedang mewabah. Booming poker pada awal dekade 2000-an melahirkan banyak pecinta permainan kartu ini. Adanya layanan bermain di internet yang menawarkan anomitas membuat poker bisa dimainkan oleh siapa saja. Sementara mereka yang lebih suka berhadapan langsung dengan lawan bisa mendatangi ruang-ruang khusus poker yang kini bisa ditemukan di banyak kasino.
Perjudian dan sepak bola sudah berkelindan sejak lama. Ada banyak cerita soal itu, konon kabarnya pemain QPR, Stan Bowles, terlihat bertemu bandar judi beberapa menit sebelum bertanding di Lotus Road. Permainan kartu juga bisa juga bisaa mengisi perjalanan saat berangkat dan pulang pertandingan di liga Inggris. Jadi tidaklah terlalu mengherankan jika para pemain tertarik pada poker, apalagi mereka yang punya pendapatan dan waktu kosong berlebih.
Sejumlah nama besar seperti Andrey Arshavin, Andriy Shevchenko, Francesco Totti, dan Gianluigi Buffon bahkan punya waktu buat tampil di turnamen poker kelas wahid. Biasanya itu terjadi berkat adanya sponsor dari pengelola situs permainan poker, tapi terlebas dari publisitas itu, banyak yang percaya sejumlah pemain memang rajin bermain poker, baik sendirian lewat internet maupun melawan teman-teman satu timnya.
Ketika kebanyakan pesepak bola menganggap poker hanya sebagai hiburan belaka, beberapa mantan pemain profesional di Inggris justru menseriusi dan siap bertanding melawan pemain poker terbaik dunia. Mereka antara lain Sheringham, dan mantan rekan setimnya di Millwall, Tony Cascarino. Di lapangan hijau, Shezza yang mengarahkan pergerakan kawannya itu, sebaliknya di meja berkarpet hijau, Cascarino yang lebih dulu terjun dan mengenalkan poker kepada teman lamanya ini. Transisi dari pesepak bola menjadi pemain poker pun berjalan mulus.
Soal kesuksesannya baru-baru ini, Sheringham berkomentar, "Saya senang bisa dapat peringkat kelima. Tentunya 93.000 euro bukanlah jumlah kecil. Uang itu membuat saya bisa masuk di beberapa turnamen lainnya -- ada yang mensyaratkan membayar 10 ribu dollar untuk ikut serta, uang euro itu saya pakai buat membayar uang muka."
Saat Gascarino akhirnya gantung sepatu, ia terdampat di Paris di mana sistem memungkinkan ia memperoleh uang bantuan dalam jumlah lumayan karena status sebagai pengangguran. "Saya sudah habis, sudah pensiun, dan tak punya pekerjaan. Saya biasanya bermain di Cirque Casino di Paris. Setiap kali kalah, saya menghukum diri dengan berjalan kaki sampai rumah. Saya memang berhadapan dengan orang-orang jago. Saat berjalan pulang itulah saya menyadari telah melakukan kesalahan."
Perkara adrenalin juga diangkat oleh bantan bek kanan Bayern Muenchen dan timnas Prancis, Willy Sagnol, yang tertular virus judi saat bermain di Monaco. "Kalau seseorang jadi olahragawan profesional, ia akan setiap hari ia hidup dalam iklim kompetisi," ujarnya.

Thursday, September 20, 2012

Transfer Pemain Sepak Bola Termahal

Menjadi pemain dengan nilai transfer termahal jelas tidak lah mudah. Selain memiliki skil yang mumpuni, sang pemain juga harus telah memiliki gelar bergengsi di klub yang ia bela agar klub yang mengincarnya untuk bergabung bersedia mengeluarkan dana ekstra untuk merekrutnya. Satu persatu pemain sepak bola pernah mencatatkan dirinya sebagai pemain dengan rekor transfer termahal, lantas siapa saja pemain sepak bola yang saat ini menjabat sebagai pemain termahal ? dan siapa-siapa saja yang masuk dalam daftar transfer pemain sepak bola termahal tersebut ? untuk menjawab dua pertanyaan singkat ini, berikut adalah daftar 25 pemain dengan nilai transfer termahal sepanjang sejarah.
1. Cristiano Ronaldo (80 juta euro) // Man United ke Real Madrid, tahun 2009
2. Kaka (56 juta euro) // AC Milan ke Real Madrid, tahun 2009
3. Fernando Torres (50 juta euro) // Liverpool ke Chelsea, tahun 2011
4. Zinedine Zidane (45,62 juta euro) // Juventus ke Real Madrid, tahun 2001
5. Zlatan Ibrahimovic (39,76 juta euro) // Inter Milan ke Barcelona, tahun 2011
6. Luis Figo (37 juta euro) // Barcelona ke Real Madrid, tahun 2000
7. Hernan Crespo (35,5 juta euro) // Parma ke Lazio, tahun 2000
8. Sergio Aguero (35 juta euro) // Atl Madrid ke Man City, tahun 2011
9. Andy Carroll (35 juta euro) // Newcastle ke Liverpool, tahun 2011
10. David Villa (34,81 juta euro) // Valencia ke Barcelona, tahun 2010
11. Gianluigi Buffon (32,6 juta euro) // Parma ke Juventus, tahun 2001
12. Cristian Vieri (32 juta euro) // Lazio ke Inter Milan, tahun 1999
13. Dimitar Berbatov (30,75 juta euro) // Tottenham ke Man Utd, tahun 2008
14. Luka Modric (30 juta euro) // Tottenham ke Real Madrid, tahun 2012
15. Andriy Shevchenko (30 juta euro) // AC Milan ke Chelsea, tahun 2006
16. Karim Benzema (29,76 juta euro) // Lyon ke Real Madrid, tahun 2009
17. Rio Ferdinand (29,1 juta euro) // Leeds United ke Man Utd, tahun 2002
18. Gaizka Mandieta (29 juta euro) // Valencia ke Lazio, tahun 2001
19. Ronaldo (28,49 juta euro) // Inter Milan ke Real Madrid, tahun 2002
20. Juan Veron (28,1 juta euro) // Lazio ke Man Utd, tahun 2001
21. Manuel Rui Costa (28 juta euro) // Fiorentina ke AC Milan, tahun 2001
22. Yaya Toure (27,5 juta euro) // Barcelona ke Man City, tahun 2010
23. Xabi Alonso (27,2 juta euro) // Liverpool ke Real Madrid, tahun 2009
24. Edin Dzeko (27 juta euro) // Wolfsburg ke Man City, tahun 2011
25. Mario Gomez (26,42 juta euro) // Stuttgart ke Munchen, tahun 2009

6 Transfer Terheboh

Stadion Sepak Bola, 19/09/2012 - Transfer pemain dari satu klub ke klub yang lainnya adalah hal yang lumrah terjadi di era sepak bola profesional saat ini. Perpindahan pemain itu bisa terjadi antara satu klub di satu kompetisi ataupun antar klub yang berbeda kompetisi. Meskipun demikian, ketika terjadi perpindahan pemain tidak sedikit di warnai dengan aksi penolakan dari fans klub yang di tinggalkan.

Kehebohan dari terjadinya perpindahan pemain antar satu klub ke klub yang lainnya tidak hanya di warnai dengan aksi penolakan fans namun juga kepindahan yang tidak di duga. Dalam sejarah transfer pemain di dunia sepak bola, terdapat beberapa proses perpindahan yang menghebohkan para penggila bola hampir di seluruh dunia terutama fans klub yang di tinggalkan. Berikut ini adalah 6 transfer terheboh versi Stadion Sepak Bola.

1. Luis Figo (Barcelona ke Real Madrid)
Barcelonalista tentu tidak akan lupa bagaimana permainan yang di tampilkan oleh Luis Figo selama berkostum klub kebanggaan warga Catalan. Memperkuat El Barca selama lima musim (1995-2000)  dan memberikan dua gelar La Liga, dua piala Copa del Rey, satu Piala Super Spanyol, Piala Winners, dan Piala Super Eropa membuat pria bernama lengkap Luís Filipe Madeira Caeiro Figo ini menjadi salah satu pemain idola bagi para fans. Namun hal yang tidak pernah di banyakkan oleh seluruh fans terjadi, Figo hijrah ke musuh sepanjang masa El Barca, Real Madrid, pada musim kompetisi 2000/01. Kepindahan ini memunculkan reaksi keras dari para fans, buntut dari kebencian para pendukung Barcelona terhadap pria kelahiran 4 November 1972 ini adalah ketika pertandingan El Classico dimana saat Figo mengambil tendangan penjuru, ia di berikan "oleh-oleh" oleh fans Barcelona berupa sepotong kepala babi.

2. Roberto Baggio (Fiorentina ke Juventus)
Salah satu gelandang serang terbaik yang pernah di miliki oleh Italia, itu lah predikat yang di dapat oleh pria kelahiran 18 Februari 1967 ini. Bermain gemilang bersama Fiorentina selama lima musim kompetisi (1985-1990) membuat sinar terang Baggio semakin menyilaukan klub-klub lainnya. Kecemerlangan Baggio selama memperkuat Fiorentina ini pun membuat Juventus tertarik untuk meminang sang pemain. Pada awal musim 1990/91, Baggio resmi pindah ke Turin dengan mahar sebesar 10 juta euro. Kepindahan pemain berambut kuncir ini ternyata tidak mendapat restu dari para fans Fiorentina, fans yang kecewa terhadap transfer ini melakukan unjuk rasa di kota Fiorenze. Tercatat 50 orang terluka akibat unjuk rasa yang di lakukan terhadap ketidaksutujuan kepindahan Baggio.

3. Ronaldo (Inter Milan ke Real Madrid)
Massimo Morrati mungkin tidak akan pernah melupakan betapa Ronaldo tidak memberikan balasan atas jasa yang telah ia lakukan untuk sang penyerang. Betapa tidak, memperkuat Inter Milan selama lima musim (1997-2002) Ronaldo justru lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang medis di bandingkan di lapangan. Kesetiaan pihak Inter merawat cidera yang di alami oleh sang pemain justru di balas dengan hijrah ke klub lain. Setelah di nyatakan fit dan membatu negaranya, Brazil, menjuarai Piala Dunia 2002, Ronaldo memilih hengkang ke klub bertabur bintang Real Madrid.

4. Andrea Pirlo (AC Milan ke Juventus)
Apa yang ada di pikiran para petinggi AC Milan ketika melepas sang pengendali lini tengahnya ke klub rival, Juventus, tanpa biaya sepeserpun ? Itulah yang menjadi bahan perbincangan para pengamat sepak bola. Dari segi usia Pirlo mungkin sudah melewati masa keemasannya, namun pada kenyataannya pengaruh Pirlo di lini tengah AC Milan masih belum tergantikan. Mendapatkan maestro lini tengah tanpa biaya sesen pun jelas menjadi keuntungan besar bagi Juventus dan itu terlihat di akhir musim kompetisi. AC Milan klub yang melepas Pirlo harus merelakan status juara liganya, dan yang berhak menyandang predikat juara liga itu tidak lain dan tidak bukan adalah klub baru Pirlo, Juventus.

5. Thiago Silva dan Zlatan Ibrahimovic (AC Milan ke PSG)
Efek dari peraturan Financial Fair Play, mungkin itu lah yang bisa menjadi penyebab pindahnya dua bintang di klub elit Serie A dan Eropa, AC Milan, ini ke liga Prancis yang bisa di bilang kualitasnya masih berada di bawah Serie A. Apapun penyebabnya, yang jelas kepindahan ikon lini depan dan belakang AC Milan ini telah membuat gusar para Milanisti, mereka seakan tidak percaya tim sekaliber AC Milan menjual pemain bintangnya ke klub yang statusnya jauh di bawah Milan sendiri. Sebagai bentuk kekecewaan fans terhadap transfer ini, lebih dari setengah tiket musiman yang telah di beli oleh para fans di kembalikan.

6. Robin van Persie (Arsenal ke Man United)
Kepindahan Robin van Persie ke Man United memang tidak serta merta membuat para fans Arsenal menjadi murka, namun yang membuat transfer ini masuk dalam 6 transfer terheboh di karenakan saga transfer yang terjadi. Ketika musim kompetisi 2011/12 berakhir, nama Van Persie menjadi komoditas terpanas di bursa transfer pemain, tercatat empat klub besar Eropa bersaing untuk mendapatkan tanda tangan sang pemain. Ke empat klub tersebut adalah Barcelona, Real Madrid, Man City, dan Juventus. Ke empat klub ini saling klaim telah mendapatkan tanda tangan si pemain, namun pada kenyataannya semua pernyataan tersebut hanyalah rumor belaka. Man United yang masuk kedalam persaingan di saat-saat akhir justru menjadi pemenang dan berhak mendapatkan tanda tangan Van Persie dengan mahar 27 juta euro.

Friday, September 7, 2012

Transfer Terbaik Dan Terburuk 2012

Sepekan setelah bursa transfer musim panas resmi di tutup, perpindahan pemain dari satu klub ke klub lainnya pun berhenti sudah. Ada sebagian klub yang puas dengan hasil di lantai transfer karena mendapatkan para pemain incarannya, tapi tidak sedikit klub yang menutup bursa transfer dengan kekecewaan karena tidak mampu mendapatkan pemain sesuai dengan kebutuhan tim. Salah satu klub tersebut adalah Liverpool yang tidak mampu mendatangkan penyerang pengganti setelah melepas Andy Carrol ke West Ham United.
Berbicara mengenai transfer tentu menarik untuk di tunggu bagaimana aksi para pemain baru di klub terkini mereka. Apakah akan meraih kesuksesan atau justru menjadi penyakitan di klub barunya tersebut. Khusus mengenai kondisi ini, Stadion Sepak Bola secara khusus membahasnya untuk Anda. Adapun transfer yang di bahas pada kesempatan kali ini adalah transfer yang terjadi di tiga liga elit di benua bire, yakni La Liga, EPL, dan Liga Italia. Berikut adalah prediksi mengenai transfer terbaik dan terburuk tersebut.

LA LIGA - Spanyol-
Calon terbaik :
Luka Modric (Real Madrid)
Eks gelandang Tottenham Hotspurs ini kan memberi warna tersendiri bagi Los Blancos. Syaratnya hanya satu, sang pelatih Jose Mourinho memberinya banyak kesempatan bermain.
Jordi Alba (Barcelona)
Di era kepelatihan sebelumnya di tangan Pep Guardiola, Barcelona kurang memiliki kecepatan di sisi kiri untuk mengimbangi Dani Alves di sisi kanan. Jordi Alba akan menutupi nilai minus tersebut.
Diego Lopez (Sevilla)
Sevilla seperti mendapatkan durian runtuh ketika memboyong Diego Lopez, yang memilih hengkang dari klubnya Villarreal yang mengalami degradasi. Sang kiper setidaknya melakukan 120  penyelamatan setiap musimnya selama tiga musim terakhir.
Wakaso Mubarak (Espanyol)
Pelatih Espanyol, Mauricio Pochettino, memiliki insting yang bagus mengenai bakat terpendam yang di miliki oleh pemain muda. Ketika ia menginginkan Wakaso Mubarak, tentu terdapat hal yang spesial di dalam diri sang gelandang berusia 22 tahun yang berasal dari Ghana ini.

Calon terburuk :
Nelson Valdez (Valencia)
Meski hanya pindah dengan status pinjaman ke Valencia, Nelson Valdez akan menjadi sebuah kesia-siaan bagi Valencia. Eks penyerang Hercules ini di perkirakan akan kesulitan mengambil tempat sebagai penyerang utama dari tangan Roberto Soldado.
Joan Capdevila (Espanyol)
Di usia 34 tahun, Joan Capdevila jelas bukan seorang bek kiri seperti yang terlihat ketika masig mengawal sisi kiri pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2010 yang lalu. Musim lalu saja ia melempem bersama Benfica di kompetisi liga Portugal.
Glen Loovens (Zaragoza)
Performa Glen Loovens sudah jauh menurun di bandingkan dengan tiga tahun silam ketika dia masih di panggil ke tim nasional Belanda. Perjudian besar di lakukan oleh Real Zaragoza dengan membelinya dari Glasgow Celtic.
Youssef El Arabi (Granada)
Membeli pemain seharga 4,5 juta euro jelas bukan angka yang kecil bagi tim sekelas Granada. Sungguh sayang biaya sebesar itu harus di keluarkan untuk mendatangkan pemain seperti Youssef el Arabi. Eks pemain Al Hilal yang justru tampil buruk di laga debutnya kontra Sevilla.

SERIE A -Italia-
Calon Terbaik :
Riccardo Montolivo (AC Milan)
Pemain gratisan yang habis ikatan kerjanya dengan klub terdahulu, Fiorentina, di perkirakan akan mengikuti jejak sukses transfer minimalis AC Milan di musim lalu ketika mendatangkan Antonio Nocerino. Datang tanpa harga namun berpeluang memiliki peran penting di sektor tengah permainan skuad asuhan Massimiliano Allegri.
Antonio Cassano (Inter Milan)
Inter Milan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mendatangkan sang pemain ini, bahkan mereka mendapatkan 7 juta euro saat merekrutnya dari rival sekota, AC Milan. Bermain di klub idolanya dan dalam sistem permainan yang tepat, Cassano siap untuk meledak.
Alberto Aquilani (Fiorentina)
Usai sudah kisah mengembara Aquilani selama tiga tahun terakhir ketika harus berpindah-pindah klub setiap tahunnya setelah Fiorentina  mengontraknya selama tiga tahun dari tim asal Inggris, Liverpool. Dia boleh jadi akan membayar kepercayaan atas transfer senilai 2 juta euro yang di keluarkan oleh Fiorentina.

Calon Terburuk :
Mauricio Isla (Juventus)
Memiliki komposisi lini tengah terbaik di Italia, sungguh di sayangkan jika Juventus mengeluarkan dana hingga 9,4 juta euro untuk mendatangkan Mauricio Isla dari Udinese. Meski sang pemain memegang peran kunci di klub sebelumnya, namun di prediksi sangat sulit untuk merebut satu tempat di lini tengah dari tangan trio Andrea Pirlo - Claudio Marchisio - Arturo Vidal.
Ante Vukusic (Pascera)
Pascera memecahkan rekor transfernya ketiak mendatangkan penyerang yang masih berusia 21 tahun. Biaya sebesar 3,8 juta euro untuk Ante Vukusic terlihat semakin tidak pantas ketika melihat partai debutnya di pekan kedua liga Serie A. Bermain selama 45 menit, Vukusic hanya membuat satu shoot on target dan akurasi passing hanya 60%.
Paulo Dybala (Palermo)
Masih berusia muda, 18 tahun, namun memegang beban sebagai salah satu tranfer termahal di Serie A. Itulah beban yang di sandang oleh Paulo Dybala ketika di datangkan oleh Palermo dengan mahar 11,9 juta euro. Di lihat dari segi umur, sang pemain lebih tepat di jadikan investasi jangka panjang, di bandingkan untuk langsung menjadi bintang di musim pertamanya.

ENGLISH PREMIER LEAGUE -Inggris-
Calon terbaik :
Hugo Lloris (Tottenham)
Langsung menjadi kiper reguler yang sukses. Tidak perlu menunggu waktu lama bagi kapten tim nasional Prancis ini, pemain berusia 25 tahun ini akan berada di bawah mistar Spurs karena saingan lainnya sudah uzur. Kualitas teknik dan kepemimpinan Lloris tidak perlu di pertanyakan lagi.
Gazton Ramirez (Southampton)
Suton jadi baru lonjatannya menuju klub elit. Dengan kapasitasnya sebagai pemain saya serba guna di Bologna dan tim nasional Uruguay, Suton sungguh beruntung bisa mendapatkan Gazton Ramirez. Skema melebar yang biasa di terapkan oleh Suton sangat pas bagi winger cepat sekelas dirinya.

Calon terburuk :
Dimitar Berbatov (Fulham)
Tidak punya peluang bangkit di Fulham. Jangankan Berba yang telah berusia 31 tahun, Pavel Pogrebnyak saja yang berusia lebih mudah sulit untuk masuk skema permainan Martin Jol meski striker asal Rusia tersebut lumayan produktif. Meski Jol dahulu bisa memaksimalkan Berba di Spurs, sekarang situasinya berbeda.
Javi Garcia (Manchester City)
Sulit beradaptasi di lini tengah Manchester City. Hanya Yaya Toure pemain jangkar yang produktif. Figur Jack Rodwell murni sebagai penyeimbang tim. Javi Garcia yang berusia lebih muda dari Yaya Toure meski memiliki tipe permainan yang sama, tapi Garcia tidak ditunjang fisik yang cukup kokoh. Ia pun cenderung lamban dalam membagi bola.

Monday, May 14, 2012

Daftar Juara Liga-Liga Eropa

Kompetisi tertinggi liga-liga Eropa telah berakhir, semua kejuaraan telah melahirkan juara. Banyak terjadi kejutan meski tidak sedikit juga yang sesuai dengan prediksi para pengamat sepak bola. Tim-tim yang telah berjuang selama satu musim kompetisi telah mendapatkan hasil atas kerja keras mereka. Ada yang tertawa gembira karena meraih kesuksesan, ada juga yang bersedih karena harus terdegradasi dari kompetisi level tertinggi di negaranya.

Siapa saja yang menjadi yang terbaik di setiap kompetisi tertinggi di benua Eropa ? Berikut ini adalah rekaputasi para juara di level domestik liga-liga top Eropa yang telah berakhir pada hari ini (14 Mei 2012). Semoga tim teman-teman termasuk ke dalam daftar juara sehingga teman-teman bisa merasakan kegembiraan yang sama dengan tim favoritnya.
Liga Spanyol
Juara : Real Madrid
Jatah Liga Champion : Real Madrid, Barcelona, Valencia, Malaga
Jatah Europa League : Atl. Madrid, Levante, Osasuna
Degradasi : Racing, Sporting Gijon, Villarreal

Liga Inggris : 
Juara : Manchester City
Jatah Liga Champion : Man. City, Man. Utd, Arsenal, Tottenham (Chelsea jika berhasil menjadi juara Liga Champion)
Jatah Europa League : Newcastle, Liverpool (juara Piala Liga), Everton
Degradasi : Wolverhampton, Blackburn, Bolton

Liga Jerman :
Juara : Borussia Dortmund
Jatah Liga Champion : Dortmund, Munchen, Schalke, Mounchengladbach
Jatah Europa League : Leverkusen, Stuttgart
Degradasi : Kaiserslautern, Koln, Herta Berlin

Liga Italia :
Juara : Juventus
Jatah Liga Champion : Juventus, Milan, Udinese
Jatah Europa League : Napoli, Inter Milan, Lazio
Degradasi : Cesena, Novara, Lecce

Liga Belanda :
Juara : Ajax
Jatah Liga Champion : Ajax, Feyenoord
Jatah Europa League : PSV, AZ Alkmar
Degradasi : Excelsior, De Graafschap


Wednesday, May 9, 2012

Pemain Termahal Di Liga Inggris

Pemain termahal di Liga Inggris bukanlah Fernando Torres yang di transfer oleh Chelsea dari Liverpool senilai 50.000.000 euro. Karena data terbaru menunjukkan bahwa harga pasar Torres sendiri pada saat ini turun hampir 20 juta euro lebih atau lebih tepatnya harga pasar Torres saat ini adalah 31 juta euro. Begitupun dengan Andy Carroll yang menjabat sebagai transfer termahal untuk pemain Inggris.

Pada artikel ini, kita tidak membahas tentang transfer termahal yang pernah terjadi di Liga Inggris, namun pemain dengan harga pasar termahal. Siapakah pemain yang memiliki harga pasar termahal di ranah Liga Inggris pada musim ini ? Apakah pemain idola Anda yang mendapat predikat sebagai pemain termahal ? Penasaran akan informasinya ? Silahkan lanjutkan membaca informasinya.
Berikut ini adalah daftar 50 pemain di Liga Inggris yang memiliki harga pasar tertinggi pada saat ini, harga pasar yang di maksudkan adalah perkiraan harga jual si pemain itu sendiri yang di dasari atas prestasi yang telah di capai oleh sang pemain selama satu musim terakhir.
  1. Wayne Rooney (harga : 57 juta - 67 juta euro) (klub : Manchester United)
  2. Sergio Aguero (41 juta - 47 juta euro) (Manchester City)
  3. David Silva (40 juta - 46 juta euro) (Manchester City)
  4. Robin van Persie (39 juta - 45 juta euro) (Arsenal)
  5. Luka Modric (34 juta - 39 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  6. Nani (31 juta - 36 juta euro) (Manchester United)
  7. Gareth Bale (31 juta - 36 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  8. Fernando Torres (31 juta - 35 juta euro) (Chelsea)
  9. Yaya Toure (31 juta - 35 juta euro) (Manchester City)
  10. Nemanja Vidic (31 juta - 35 juta euro) (Manchester United)
  11. Vincent Kompany (31 juta - 35 juta euro) (Manchester City)
  12. Juan Manuel Mata (30 juta - 34 juta euro) (Chelsea)
  13. Michael Essien (29 juta - 33 juta euro) (Chelsea)
  14. Edin Dzeko (28 juta - 32 juta euro) (Manchester City)
  15. Mario Balotelli (26 juta - 30 juta euro) (Manchester City)
  16. Luis Suarez (24 juta - 28 juta euro) (Liverpool)
  17. Carlos Tevez (24 juta - 27 juta euro) (Manchester City)
  18. Ashley Young (22 juta -25 juta euro) (Aston Villa)
  19. Antonio Valencia (22 juta - 25 juta euro) (Manchester City)
  20. Petr Cech (22 juta - 25 juta euro) (Chelsea)
  21. Ramires (22 juta - 25 juta euro) (Chelsea)
  22. Rafael van der Vaart (22 juta - 25 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  23. Samir Nasri (22 juta - 25 juta euro) (Manchester City)
  24. Alex Song (21 juta - 24 juta euro) (Arsenal)
  25. John Terry (21 juta - 24 juta euro) (Chelsea)
  26. Emmanuel Adebayor (20 juta - 23 juta euro) (Tottenham Hotspurs)
  27. David Luiz (20 juta - 23 juta euro) (Chelsea)
  28. Jack Wilshere (19 juta - 22 juta euro) (Arsenal)
  29. Steven Gerrard (18 juta - 21 juta euro) (Liverpool)
  30. Joe Hart (18 juta - 21 juta euro) (Manchester City)
  31. Marouane Fellaini (18 juta - 21 juta euro) (Everton)
  32. Darren Bent (18 juta - 21 juta euro) (Aston Villa)
  33. John Obi Mikel (17 juta - 20 juta euro) (Chelsea)
  34. James Milner (17 juta - 20 juta euro) (Manchester City)
  35. Chicharito (17 juta - 20 juta euro) (Manchester United)
  36. Pepe Reina (16 juta - 19 juta euro) (Liverpool)
  37. Patrice Evra (16 juta - 18 juta euro) (Manchester United)
  38. Micah Richards (16 juta - 18 juta euro) (Manchester City)
  39. Thomas Vermaelen (16 juta - 18 juta euro) (Arsenal)
  40. Bacary Sagna (16 juta - 18 juta euro) (Arsenal)
  41. Phil Jones (16 juta - 18 juta euro) (Manchester City)
  42. Branislav Ivanovic (16 juta - 18 juta euro) (Chelsea)
  43. Anderson (16 juta - 18 juta euro) (Manchester United)
  44. Leighton Baines (16 juta - 18 juta euro) (Everton)
  45. Dimitar Berbatov (15 juta - 17 juta euro) (Manchester United)
  46. Daniel Sturridge (15 juta - 17 juta euro) (Chelsea)
  47. Nigel de Jong (15 juta - 17 juta euro) (Manchester United)
  48. Ashley Cole (15 juta - 17 juta euro) (Chelsea)
  49. Aleksandar Kolarov (15 juta - 17 juta euro) (Manchester City)
  50. Theo Walcott (15 juta - 17 juta euro) (Arsenal)
Itulah daftar 50 pemain di Liga Inggris dengan termahal dalam nilai harga pasar terbaru. Semoga informasi ini bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

Sumber : http://www.transfermarkt.co.uk/en/premier-league/marktwerte/wettbewerb_GB1.html

Monday, April 30, 2012

Serba Tertua Di Piala Eropa

Piala Eropa selalu melahirkan berbagai catatan menarik di setiap penyelenggaraan nya. Pada edisi kali ini, Stadion Sepak Bola mencoba untuk membagikan informasi menarik tersebut kepada para pembaca setia blog ini. Catatan mengenai Piala Eropa yang di bahas pada kesempatan kali ini adalah para pemain tertua yang mencatatkan nama mereka di buku sejarah penyelenggaraan kejuaraan. 

Kategori yang di maksudkan adalah : pemain tertua yang merasakan gelar juara, pemain tertua yang tampil di kejuaraan, pemain tertua di pertandingan final, dan pemain tertua yang pernah mencetak gol. Siapa saja para senior yang seakan tidak pernah merasa tua ini ? berikut adalah informasi mengenai para senior tersebut.
Pemain tertua yang menjadi juara 
Arnold Muhren (37 tahun dan 23 hari, Belanda)
Pertandingan final Piala Eropa 1988 di Muenchen, Jerman, akan selalu di ingat berkat gol voli cantik yang di buat oleh Van Basten tapi beberapa orang mengetahui apa yang telah di lakukan oleh Muhren di pertandingan tersebut. Pemain yang pernah merumput bersama Ajax, Twente, Ipswich, dan Man Utd sebagai gelandang, adalah pemain yang mengirimkan umpan kepada Van Basten untuk menciptakan gol ke-dua untuk menjadi pemenang kejuaraan.
Berkat aksi tersebut, Muhren menjadi pemain tertua yang pernah merasakan indahnya meraih trofi Piala Eropa. "Only when we came back to Holland did we realise the madness, the sheer joy and the celebrations that were going on," Ucapan Muhren setelah meraih kemenangan di pertandingan final tersebut.

Pemain tertua yang pernah tampil di Piala Eropa
Lothar Matthaus (39 tahun dan 91 hari, Jerman)
Matthaus tampil membela Tim Panzer Jerman di Piala Eropa 200 yang di selenggarakan oleh Portugal di mana pada kemudian hari sang pemain menjadi salah satu bagian sejarah sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa sebagai pemain tertua yang pernah berpartisipasi di kejuaraan. 

Pemain yang selama karier profesional-nya pernah bermain di Monchengladbach, Bayern Muenchen, dan Inter Milan ini melewati rekor sebelumnya yang di buat oleh salah satu legenda Denmark, Morten Olsen setelah Denmark kalah dari Italia dengan skor 2-0. Pada saat itu, usia Olsen adalah 38 tahun dan 308 hari.

Pemain tertua yang tampil di partai final
Jens Lehman (38 tahun dan 232 hari, Jerman)
Kiper yang sukses berkarir ketika menjaga gawang Schalke, Dortmund, dan Arsenal ini mendapatkan gelar sebagai pemain tertua di partai final ketika mengawal gawang Jerman menghadapi Spanyol di final Piala Eropa 2008. Selama kejuaraan berlangsung, Lehman berhasil menciptakan dua kali clean sheets sebelum akhirnya di pertandingan final di taklukkan oleh gol yang di buat Fernando Torres pada menit ke-44 di Viena.

Pemain tertua yang mencetak gol
Ivica Vastic (38 tahun dan 257 hari, Austria)
Pemain yang pernah bermain di Sturm Graz dan Austia Viena ini menjadi pemain tertua yang pernah mencetak gol di putaran final Piala Eropa ketika Austria menghadapi Polandia di babak penyisihan grup Piala Eropa 2008. Gol yang di buatnya pada pertandingan tersebut menjadi gol terakhir sekaligus yang ke-14 bagi tim nasional Austria sepanjang 50 kali penampilan.

Itulah fakta menarik dari penyelenggaraan Piala Eropa yang terkadang banyak orang tidak mengetahuinya. Semoga informasi mengenai serba tertua di Piala Eropa ini bermanfaat bagi fans semuanya, dan akhirnya saya ucapkan terima kasih atas kunjungannya.